Laman

Senin, 10 April 2017

Ku Cukupkan Syukurku pada Pilihan Kedua

sumber : google.com

Ada pepatah yang mengatakan bahwa pilihan pertama adalah pilihanmu, tetapi pilihan yang kedua adalah pilihan Allah. Maka, jika yang pertama tidak terkabul…tunggulah sesaat karena Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.


Pepatah tersebut nampaknya sejalan dengan skenario Allah SWT pada hidupku. Kenapa aku bilang begitu? Ya karena pola ini sudah berulang beberapa kali. Bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi berkali-kali. Seperti kejadian beberapa hari yang lalu, yaitu ketika aku kehilangan botol Tupperware karena tertinggal di bus oleh saudaraku. Sebenernya sedih, karena botol itu dari Malaysia dan susah dapet di Indonesia. Tetapiiii,  tak sampai beberapa hari Allah ganti dengan yang lebih baik. Beneran lebih baik, soalnya lebih gede. Ada aja yang ngasih tanpa diminta. Alhamdulillah rezeki anak shalihah. Hehehe. Atau misalnya, beberapa hari lalu aku ‘kehilangan’ uang dan beberapa hari selanjutnya aku mendapatkan uang yang jumlahnya 2-3 kali lipat lebih besar. Woow, amazing. Kalau bukan karena kehendak Allah, lantas siapa yang mengaturnya?

Hal ini juga berkali-kali terjadi pada pilihan pertama yang selalu ‘gagal’ dalam pandanganku sebagai manusia. Pilihan studi yang berkali-kali melenceng jauh dari prediksi dan ekspektasi membuatku agak down untuk mencoba lagi. Sejak SMP, SMA, dan kuliah tak pernah aku mendapatkan apa yang aku inginkan, tetapi selalu yang tak kuinginkan atau bahkan yang ku anggap sebelah mata yang akhirnya menjadi takdirku selanjutnya. Lalu, setelah aku menjalani apa yang tak menjadi keinginanku..hanya satu yang bisa ku ucapkan yaitu Alhamdulillah. Bersyukur pada Allah, karena aku tak pernah berekspektasi apapun dan Allah mengatur begitu indahnya setiap kejadian dan pertemuan.

Kiranya memang benar ayat ini,

 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Diulang-ulang aja ayat ini. Dengarkan dan resapi, pasti deh kamu akan banyak bersyukur dan menemukan keajaiban di setiap kejadian dalam hidupmu. J Walaupun sebenernya, ayat ini berbicara tentang penetapan kewajiban jihad dari Allah SWT bagi kaum muslimin. Az-Zuhri mengatakan: “Jihad itu wajib bagi setiap individu, baik yang berada dalam peperangan maupun yang sedang duduk (tidak ikut berperang). Orang yang sedang duduk, apabila dimintai bantuan, maka ia harus memberikan bantuan, jika diminta untuk berperang, maka ia harus maju berperang, dan jika tidak dibutuhkan, maka hendaklah ia tetap di tempat (tidak ikut).”

Secara logika, mana ada sih orang yang mau perang atau jihad? Gak ada kan? Kamu juga kan pasti deh gak mau hehe. Tapi, Allah berfirman wallaahu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun  (“Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”) Artinya, Allah Ta’ ala lebih mengetahui akibat dari segala sesuatu. Pada saat ini opini tentang jihad dan perang memang buruk bangeeet. Ya, identik dengan teroris dan Islam selalu dianggap agama yang menebar kebencian dan gak cinta damai. Eits, tapi kalau Allah yang udah nyuruh perang mau apa? Perintah berperang ya sama aja kaya perintah menunaikan zakat, puasa, haji dan sebagainya. Jihad gak bisa dimaknai arti bahasanya aja yaitu bersungguh-sungguh, tetapi juga harus diartikan secara istilah yaitu perang. Yes, perang dalam artian sebenernya. Tetapi gak yang asal perang aja ya karena untuk berperang tetap ada syarat dan ketentuan berlaku.

doakan yaaa :) 

Oke, balik lagi soal pilihan ke-2 tadi. Intinya, coba renungkan dan resapi tentang kejadian hidup kamu yang kayanya banyak gagalnya. Ya, sama kaya aku lah, banyak banget gagalnya tetapi wait..kalau dipikir-pikir kamu beruntung banget soalnya kamu jadi orang yang berbeda. Kamu jadi orang yang lebih menghargai proses dan bersyukur. Kamu gak akan tau betapa berharganya hidup kamu kalau kamu gak nikmatin dan ngerelain semuanya atas kehendak Allah berbarengan dengan ikhtiar dan tawakal kamu. So, dari pada ngedumel karena pilihan hidup yang selalu gak sesuai ekspektasi dan marah-marah sama Allah karena seakan-akan doa kamu gak dikabulin, mending selebihnya bersyukur karena udah jadi diri kamu yang sekarang ini. Ya, diri kamu yang lebih dicintai Allah karena kamu bersyukur dan ikhlas dengan apa yang udah Allah kasih.

Inget aja, Allah tuh pasti ngabulin doa kamu. PASTI 100 %. Ada tiga cara Allah mengabulkan doa manusia yaitu, doa yang secara langsung dikabulkan, doa yang dikabulkan dengan cara digantikan dengan yang lebih baik, dan ada doa yang dikabulkan tetapi digantungkan di akhirat. Jadi, khusnudzan aja sama Allah, bukan berarti gak dikabulin tetapi Allah sedang menunggu waktu yang tepat buat kamu dan aku. Inget aja ayat ini,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)

Last but not least, semoga kita selalu menjadi orang yang ridho dan ikhlas atas pilihan yang sudah Allah tetapkan untuk kita. Selalu bersemangat karena Allah bersama kita dan gak akan ninggalin kita sendirian. J

Dari sahabatmu

4 komentar:

  1. Jihad kok cuma perang identiknya. Mengutip ayat kok hanya terjemahanya saja ya mbak

    BalasHapus
  2. teh banyakin tulisan ginian ya, selalu sedih aku teh dulu SMA nggak dapet sekolah yg aku mau sekarang juga gitu nggak lulus di ptn yg aku impikan. setelah baca tulisan teteh jadinya bersyukur dan ikhlas karena aku yakin Allah sedang menyiapkan yang lebih indah lagi setelah ini.

    BalasHapus