Laman

Kamis, 27 Mei 2010

Catatan seorang mahasiswi

Sebentar lagi UAS tapi belum menyempatkan diri untuk belajar.hmmm, Belajar itu kebutuhan atau kewajiban sebenarnya? hahha, bingung kan jadinya. Nah sebenarnya saya hanya merasa belajar itu menjadi suatu kewajiban hahha, pantas saja SDM manusia relatif tidak baik.

Bukan masalah belajar saja sebenarnya, karena saya juga harus menyelesaikan agenda-agenda saya yang padat. haha, sepadat apa si? hmm ckckck
Di waktu liburan ini saya harus pulang pergi jatinangor-bandung karena menghadiri rapat (rapat zaman sekarang ???) hahaha, hmm, jadilah saya seorang kura-kura alias kuliah rapat-kuliah rapat woooowwww.

Belajar? yahhh, belajar lagi. mungkin menggunakan sistem SKS alias sistem kebut semalam. Hmm, daripada ga belajar, ya ga? hahahaha ^^ , jangan diikutin yaaa.

Senin, 24 Mei 2010

in one week

Ibadah,Sketch, sastra'09, BEM KEMA UNPAD, Al-Mushlih, Dkm Unpad, Mentoring, kuliah 24 sks, presentasi, baca buku, nulis cerpen, nulis novel, mimpi, rumah, kost an, surat, manga, sastra inggris, family, mengkaji kitab, seminar, mc, divisi acara, kaderisasi, forgab, lomba nulis, janji,forum angkatan 2009,blog, facebook, tugas, artikel, youtube.

Minggu, 23 Mei 2010

Suara hari seorang ikhwan- untuk para akhwat

Wanita Suci
(Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di Dunia)
Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.
Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.
Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.
Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.
Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.
Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu'an tangis do'amu.
Wanita suci
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.


-anonim-

Ngguyu itu ketawa

Tahukah kawan bahwa tertawa atau mungkin tersenyum itu sangat penting. Tertawa itu merupakan salah satu ciri bahwa kita adalah makhluk hidup. Dan itu juga mencirikan bahwa kita berbeda dengan robot !!!

Kita punya naluri ataupun insting salah satunya untuk merasakan kebahagiaan hidup yang disalurkan melalui tertawa, eitttss tapi jangan kebanyakan ya, soalnya tertawa berlebihan sepanjang hari akan mengeraskan hati sesuai dengan hadist Rasulullah SAW.

Rasul pun jarang tertawa, hanya sesekali namun dengan itupun tersenyum sembari terlihat dua giginya. hmm, nice guys!!

Tertawa itu dapat menggerakan otot-otot wajah dan menjadikan kita awet muda. Analoginya kita seneng=otot wajah tertarik karena tertawa= hati seneng= pengaruh positif ke dalam pikiran= awet muda. Artinya itu semua kembali ke dalam pikiran positif kita. Coba bayangkan ketika kita cemberut atau muram itu akan mengakibatkan kita berpikir negatif dan memaksa otot-otot kita berkontraksi tidak relaks dan berat sehingga kita akan cepat tua.

Ketika beban pikiran serasa melayang-layang dipundak kita coba rebahkan badan anda sebentar, pikirkan beberapa hal positif yang membuat anda tersenyum. Bisa kejadian ketika anda masih kecil, kejadian di sekolah atau kejadian apapun yang membahagiakan anda. Rasakan energi positif yang mengalir dalam tubuh anda. Pejamkan mata, dan tarik nafas secara perlahan. Ketika anda sudah melalukan terapi energi positif tersebut anda akan kembali bersemangat.

Terenyum juga merupakan ibadah bagi sesama umat. Ya, tersenyum merupakan ibadah yang paling sederhana. Dengan tersenyum, hubungan yang tadinya renggang bisa akur kembali, dan silaturahmi akan kembali terjaga dengan baik. Oleh karena itu, orang-orang yang selalu tersenyum sangat disukai orang-orang disekitarnya karena senyumnya terkadang dapat menenangkan jiwa.

Maka dari itu, tersenyum sangat penting bagi kita, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. mari kawan ,,

ayo ngguyu
^^

Sleep tight honey !!!


Teringat akan banyak hal yang terjadi ketika hujan tiba. Ketika ku buka cerita masa kecil yang berawal dengan kalimat 'once upon a time' dan berakhir dengan kalimat 'live happily ever after'.

Rindu rasanya mendengar cerita romantis dari berbagai buku itu. Bukan masalah akan kemesraan yang tercipta, namun buku-buku itu selalu berakhir dengan hidup bahagia selamanya.

Hidup bahagia selamanya, sebuah permainan kata hiperbola atau sebuah kalimat sarkasme yang dikemas secara bijak. Ironi, kata-kata yang tidak mungkin dicipta, selamanya.

Lamunanku kembali buyar tentang buku-buku dongeng seperti itu, yang memunculkan sosok pendekar atau pahlawan yang tak pernah kunjung tiba. Selalu berharap akan secercah harapan, namun itu semua hanyalah khayalan belaka. Aku memang hanyalah seorang anak-anak yang memimpikan seorang penolong, namun jangan bohongi aku dengan cerita-cerita seperti itu yang tak akan pernah ada.

gemerisik suara air kian membuncah.

Berisik, beradu, buyar, pecah, lepas.

Aku berlari. Berlari dari semua ikatan masa lalu yang ada dipundakku. Mengenggam erat pelindung hujanku dari aliran air yang deras ini. Ku genggam semakin erat.

Aku berjalan perlahan dari tempatku berpijak dan dari semua orang yang sedang menunggu kendaraan disini. Mereka khawatir. Berusaha menenangkan anak mereka yang menangis karena kedinginan, dan kelaparan.

Aku semakin tak sadarkan diri, berjalan tanpa sadar ke tengah-tengah keramaian jalan. Mata nanarku berbicara dengan keadaannya yang sembap. Ku beranikan diri terus berjalan, mengenggam pelindung hujanku kian erat hingga tanganku berdarah dan air mata yang terus berjatuhan.

Sepatu tuaku terus berjalan hingga akhirnya kudapati kendaraan itu begitu terasa dekatnya, terus melaju bersama angin, lampunya terang seterang pelita malam masa lalu, terdengar pula suara klaksonnya yang terus menderu dan seorang anak kecil kedinginan yang menjerit
"awaaaaaaaasssssssss"

Ku rasakan hentaman yang begitu keras, dan cairan merah dari mulutku sebelum semuanya gelap gulita.