Laman

Sabtu, 16 April 2016

Berbagi Inspirasi Gamis / Jilbab Muslimah Untuk Wisuda / Pernikahan

Ketika saya hendak wisuda S1 dahulu, saya cukup bingung untuk mencari model yang tepat untuk gamis atau jilbab yang hendak saya kenakan. Kebingungan ini terjadi karena saya tidak mau pakai kebaya yang biasanya agak membentuk badan. Akhirnya, saya mencoba untuk desain sendiri jilbab/gamis yang saya kenakan di wisuda S1 dahulu. Sedikit gambarannya begini ya....




Setidaknya saya membeli tiga bahan utama untuk membuat kebaya jilbab ini yaitu bahan satin untuk daleman, bahan kebaya atau brokat untuk outer, dan tile untuk penghias. Nah, gambar diatas merupakan jilbab yang saya desain. FYI, foto ini diambil ketika foto studio bersama adik saya, di crop tapi dia tetap nempel hehehe. Oke, lanjutkan ya. Untuk membuat model seperti ini yang harus teman-teman lakukan adalah membuat sketsanya dulu ya, setelah itu mulai dipikirkan warna yang ingin dipakai. Waktu saya lulus tahun 2013, yang lagi in banget adalah warna pastel, jadinya saya memilih warna pastel ini untuk wisuda, walaupun digambar brightness nya kebangetan ya. 

Nah, setelah dibuat sketsanya dan menentukan warna yang diinginkan, lalu teman-teman bisa mencari toko bahan pakaian. Kalau di Bandung, jelas yang terkenal di Pasar Baru Trade Centre dekat alun-alun dan stasiun Bandung ya. Nah, saya juga dulu beli tiga bahan ini di Pasar Baru dan cukup beberapa jam saja, ketiga bahan yang saya cari bisa ditemukan dengan mudah.

Selanjutnya, untuk bahan satin dan outer kebayanya saya beli 2,5-3 M (tinggi saya 160). Sedangkan untuk tile, saya hanya membeli satu meter. Pokoknya, mendingan beli lebih dari pada kurang ya. Nah, sebagai hiasan, saya juga menambahkan pita di bagian pinggang untuk pemanis dan pita di sisi kedua lengannya seperti pada gambar di atas. 

Mengapa Model ini? 

Tentunya sebagai muslimah, kita harus senantiasa berpegang pada ajaran Al-Qur'an, khususnya sesuai QS Al-Ahzab ayat 59, dan An-Nuur 31 terkait definisi jilbab dan kerudung (yang sudah saya post sebelumnya ya). Maka, saya berusaha untuk membuat dan juga modifikasi gayanya agar tetap syar'i. Lalu, untuk model, saya memilih warna peach karena warnanya yang lembut dan sedang in pada saat itu, hanya saya sulit untuk mencari kerudungnya sih sebenarnya. Namun, kerudungnya bisa disiasati dengan menggunakan bahan satin dan tile sisa dari jilbabnya. Dan, jadi deh kerudungnya. Waktu itu, saya menggunakan manik-manik seperti gelang untuk penghias kerudung. 

Untuk model sendiri, tentunya jika teman-teman hendak mendesain ada tipsnya. Pertama, agar kelihatan lebih tinggi potongan jilbab bisa di pinggang atau lebih atas sedikit. Kedua, saya menggunakan tile model rample dengan warna sejenis untuk memberi aksen lebih jenjang. Ketiga, kain yang dijahit harus banyak dan memang fokus di bagian bawah agar kelihatan lebih lebar. Keempat, inner jilbab bisa dipilih warna polos dan outernya warna senada dengan aksen lebih ramai, kalau saya pakai aksen bunga timbul. Kelima, tidak usah terlalu ramai warna atau hiasan, sederhana saja :) 

Nah, begitu tipsnya. Sejauh ini ada yang meminjam jilbab saya ini untuk pernikahan dan wisudanya, Kalau teman-teman mau, bisa juga hubungi saya karena saya hanya baru sekali memakainya. Entah untuk wisuda master ini pakai lagi atau gak ya hehehe. 

Oke, sekian ya. Semoga bermanfaat dan selamat mencari inspirasi agar selalu syar'i di hari berbahagia :) 

Rabu, 13 April 2016

Berkenalan dengan Kajian Budaya dan Media UGM :)




Assalamu'alaykum wr wb.

Hai sahabat, kali ini saya memposting satu buah video rekaman saya terkait dengan kajian budaya dan Media UGM. Alhamdulillah, banyak yang bertanya pada saya baik melalui hp atau media sosial menanyakan apa itu KBM. Jadi inget, waktu saya dulu mau kuliah S2, saya juga bingung apa itu KBM, disana belajar apa aja, kuliahnya gimana dan sebagainya. Jadi, biar kebingungan saya tidak menjadi kebingungan temen-temen juga, saya share sedikit apa itu kbm. Sebenarnya video ini dibuat serempak oleh angkatan 2014 KBM UGM, bisa di cek di youtube ya untuk lengkapnya. Selain video saya, ada juga video dari teman-teman saya yang lainnya. Ayo bergabung menjadi warga KBM selanjutnya :) 

FYI maaf waktu direkam oleh mbak Nelly, saya sedang flu dan sakit jadi suaranya agak sengau gak jelas dan pucet. hehehe :D




Senin, 31 Agustus 2015

10 Tahun Peringatan Kerjasama DIY- Gyeongsangbuk-DO

Angka 10 adalah angka yang cantik, apalagi jika angka tersebut menandakan lamanya sebuah relasi atau hubungan  kerjasama antara dua negara, yaitu Indonesia dan Korea. Pada tanggal 31 Agustus 2015,  merupakan hari dimana DIY dan Gyeongsangbuk-do merayakan kerjasama kultutral yang ke 10. Acara ini diadakan di PKKH UGM.





Ketika saya datang ke sana, saya menjumpai berbagai macam stand yang menyediakan berbagai macam informasi terkait Gyeongsangbuk-do. Tak lupa, sambutan dan senyuman ramah selalu dilayangkan oleh panitia kepada para hadirin yang hadir.  Senangnya hati ini, ketika datang diberikan banyak souvenir dari acara tersebut. 😍


Tapi, menariknya dari acara tersebut bagi saya adalah sambutan dari bu rektor UGM yang menyatakan bahwa kita harus belajar dari bangsa Korea, karena pada tahun 1970 kondisi Indonesia dan Korea Selatan berada dalam posisi yang terpuruk, namun mereka bangkit dan mandiri hingga saat ini. Dengan demikian, pantaslah Indonesia melihat perjuangan Korea yang bangkit dari kondisinya pada tahun 1970 dan menjadi negara yang pantas diperhitungkan di dunia internasional.  Setelah itu, sambutan dilanjutkan oleh perwakilan pemprov DIY dan gubernur Gyeongsangbuk-Do. Acara diakhiri dengan penampilan kultural baik dari Indonesia maupun Korea. 

Harapanku, semoga Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri dan memiliki kesadaran politik yang tinggi, sehingga bisa diperhitungkan di kancah dunia, tentunya bukan hanya dibidang kultural dan  olahraga. 

Kamis, 27 Agustus 2015

My Life in Yogya : Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2015



Gerbang Awal FKY
dok. pribadi

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 26 Agustus 2015, saya menyempatkan datang ke acara FKY 2015 bersama teman-teman di Jogja. Awalnya, niat saya datang kesana untuk mengambil beberapa foto yang menarik untuk pameran jurusan, tetapi ternyata karena datang cukup malam akhirnya foto yang dihasilkan cukup gelap karena pencahayaan yang kurang. Ya sudahlah, tidak apa-apa. Saya pun kemudian (tetap) berfoto walaupun dengan hasil yang seadanya :D


Panggung FKY
dok. pribadi


Stand Lukisan FKY
dok. pribadi

Festival Kesenian Yogyakarta merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Yogyakarta. Awalnya, FKY digelar pemerintah kota Yogya bersamaan dengan peresmian Monumen Jogja Kembali pada tanggal 7 Juli 1989 silam, sekaligus agar menjadi ajang liburan masyarakat kota Jogja. Namun, seiring waktu FKY memberikan suasana yang berbeda. Misalnya, ada yang menarik dari FKY ke-27 ini, yaitu tempatnya yang berlokasi di Taman Kuliner, Condong Catur, Depok, Sleman dimana lokasi penyelenggaran tersebut tak berpusat di kota jogja. Dengan mengambil lokasi di daerah Concat, saya diuntungkan karena tempatnya dekat dengan Pogung Kidul J Tentunya, acara FKY ini sangat dimanfaatkan betul oleh masyarakat Yogyakarta, terutama para seniman dan budayawan, atau saya yang mengkaji budaya J. Walaupun begitu, ikon kegiatan kesenian Yogyakarta ini juga menyajikan berbagai hal menarik di dalamnya, contohnya adalah adanya empat panggung besar di FKY : Panggung Pasar Seni, Panggung Sastra, Bioskop FKY, dan Panggung Senyap. Selain adanya berbagai macam panggung, FKY kali ini juga bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menggelar seminar, workshop, dan pelatihan-pelatihan. Seperti pada tanggal 26 Agustus 2015 saya pergi ke sana, sedang terselenggara workshop melukis. Bagi saya, FKY ke-27 ini satu kata, yaitu banyak makanan :D 
Selfie di FKY
dok. Pribadi

Setiap tahunnya, para penyelenggara FKY ini selalu menghadirkan ide dan konsep segar untuk menyemarakan acara. Misalnya, tahun lalu FKY yang memilih Plaza Pasar Ngasem sebagai area penyelenggaraan. Nah, untuk tahun ini penyegaran konsep FKY,  tak tanggung-tanggung, pentas seni ini menghabiskan dana sekitar Rp 1,9 Miliar dan jumlah tersebut belum termasuk biaya FKY yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota (Harian Jogja, 24 Agustus 2015). Menurut ketua divisi program, Ari Wulu, pemilihan lokasi di Condong Catur, misalnya, dinilai karena akan menjadi titik pertemuan dua kultur masyarakat, yaitu masyarakat urban dengan suasana perkotaan dengan masyarakat agraris. Ya, semoga beberapa hari tersisa ini FKY dapat memberikan manfaat berarti untuk kota Jogja. Cheers :D 





Minggu, 23 Agustus 2015

Cermin Diri

Sumber : google.com


Malam ini, kembali teringat pada sebuah lagu yang membuat saya selalu menangis ketika mendengarnya. Zaman ketika pakaian berwarna putih abu hingga mengenakan pakaian bebas di perkuliahan. Lagu ini membuat hati menjadi tenang dan seketika imaji tentang masa lalu memaksa diri untuk selalu merefleksikan diri. 

Cermin tak pernah berdusta - star five

cermin yang biasa kupandangi di setiap hari
sekali lagi membiaskan bayangan diri
wajah ini hati ini tempat sgala rasa bermula
kan indahkah akhir sgala kita

reff :
apakah diriku ini kan bercahaya bersinar di syurgaMu menatap penuh rindu
ataukah diriku ini kan hangus legam terbakar dalam nyala di neraka membara

sungguh berbeda yang nampak dan yang tersembunyi hanya kepalsuan menipu topeng belaka
jiwa ini tubuh ini hati yang merajai diri tlah bersalah hambaMu melangkah
kemanakah diriku ini berakhir di surga atau di nerakaMu
aku takkan mampu ampuni hamba sebelum akhir waktu

:)

Ps : lagu ini bisa dicari melalui google dan di unduh